Selasa, 27 Maret 2018

Pengaruh Negatif Gadget


Nama   : Renny Sulistyowati
Kelas   : PBS 2B
NIM    : 175231051

Smartphone sebagai Pengganti Orang Tua
Di zaman yang serba canggih saat ini, banyak sekali alat-alat elektronik yang tercipta untuk memudahkan segala kegiatan manusia. Dari motor, mobil, mesin cuci, setrika listrik, dan lain-lain. Selain alat penunjang sehari-hari, ada juga alat untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi jarak jauh. Alat ini bernama smartphone.
Smartphone merupakan benda elektronik yang bisa dikatakan wajib untuk dimiliki semua orang. Karena dengan smartphone, kita tidak hanya bisa berkomunikasi dengan keluarga, tapi juga dengan teman-teman kita baik yang dekat maupun yang jauh. Kita bisa berkomunikasi dengan mereka melalui SMS, telpon, chatting, email maupun media Sosial.
Untuk anak-anak yang masih berusia di bawah 14 tahun, sebenarnya penggunaan smartphone sangat tidak dianjurkan, karena akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Tetapi terkadang orang tua mereka sendirilah yang membelikannya dengan tujuan agar anak mereka tidak ketinggalan zaman.
Fenomena ini paling mudah kita temui pada anak yang berasal dari keluarga berada dimana smartphone bukan lagi menjadi barang mewah bagi mereka. Sebagian lagi anak memang difasilitasi oleh orang tuanya untuk sibuk bermain smartphone agar orang tua lebih leluasa beraktivitas tanpa perlu terus-terusan mendampingi anaknya.
Anak-anak yang sedang berada dalam masa serba ingin tahu juga akan senang jika dihadiahkan gadget oleh orang tuanya. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi, anak-anak sekarang ini rasanya jauh lebih “sadar teknologi” dibanding generasi-generasi dahulu. Saya perhatikan anak-anak sekarang bisa dengan mudah mengakses aplikasi dalam gadget yang baru didapatinya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menguasai fitur-fitur gadget tersebut.
Memang di satu sisi, ada beberapa manfaat bagi anak yang sejak dini sudah berkenalan dengan gadget. Paling tidak sejak awal anak sudah familiar dengan teknologi. Kemudian beberapa vendor sudah membuat aplikasi game khusus untuk mengasah daya pikir anak Seperti: puzzle, game kata, dan game sejenis. Anak-anak yang senang bermain gadget juga akan betah di rumah, ini adalah keuntungan buat orang tua yang sibuk. Jika anak berada di rumah, orang tua akan lebih leluasa melakukan kegiatannya. Beberapa orang tua juga membelikan anak-anaknya handphone, agar mudah memonitor keberadaan anak mereka. Di daerah-daerah yang rawan terjadi penculikan anak, membiasakan anak untuk berkomunikasi dengan HP akan cukup membantu orang tua mengawasi anak-anaknya. Tapi di sisi lain, pemakaian gadget sejak usia dini juga dapat membawa dampak negatif bagi anak-anak, baik bahaya yang langsung kelihatan maupun bahaya yang dampaknya jangka panjang.
Berikut ini dampak buruk penggunaan smartphone bagi anak usia dini. Pertama adalah susah tidur, bagi anak yang sering bermain game akan lebih susah tidur, karena mereka asyik dengan game yang mereka mainkan. Mereka akan lebih sering tidur larut malam, padahal tidur begadang sangat tidak bagus untuk anak usia dini. Damapak kedua adalah kurang gerak, tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun jika lebih sering berinteraksi dengan smartphone-nya, maka dia akan kurang gerak. Mereka akan lebih banyak duduk atau tiduran daripada beraktivitas menggerakkan badan. Ketiga adalah gangguan mata, hal ini tidak diragukan lagi. Sinar yang terpancar dari layar smartphone sangat mudah merusak retina mata. Apalagi dengan posisi tiduran saat memainkannya. Keempat adalah kemampuan bersosialisasi kurang, kebiasaan anak yang menghabiskan waktunya lebih banyak untuk bermain smartphone akan lebih susah dalam bersosialisasi. Hal ini dikarenakan sang anak jarang berinteraksi dengan orang-orang yang dia temui. Kebanyakan dari mereka akan jarang berbicara, karena mereka lebih terfokus dengan smartphone nya. Kelima adalah anak jadi kecanduan, hebatnya dari benda ini adalah seperti "magnet" yang apabila orang memainkannya akan susah untuk berhenti. Hal ini yang menjadikan anak-anak kecanduan dengan smartphone, sehingga mereka tak mau lepas dengan benda yang satu ini. Dampak yang terakhir adalah terkena radiasi, ini adalah hal yang paling buruk dari yang lain. Karena sinar radiasi smartphone mampu merusak jaringan otak yang dapat menyebabkan kanker otak.
Untuk itu, bagi Anda yang berperan sebagai orang tua, mengingat resiko-resiko yang bisa terjadi ini, orangtua mesti berpikir lebih bijak sebelum memperkenalkan gadget kepada anak-anaknya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, pada usia berapa idealnya orang tua mengizinkan anak-anaknya menggunakan gadget?
Banyak literatur yang mengungkapkan pemakaian gadget baru diperkenankan pada anak yang berusia 10-13 tahun. Ada juga yang memberi rekomendasi usia dibawahnya. Dr. Ahmad Suryawan pada website mutiara-hati.com mengatakan bahwa jika ingin memberikan gadget pada anak, sebaiknya orang tua melakukannya pada saat anak sudah berusia di atas 6 tahun, karena pada saat itu perkembangan anatomi otak anak sudah 95% dari otak dewasa. Untuk usia dibawahnya misalnya pada anak berumur 2-3 tahun, memperkenalkan gadget boleh saja tetapi sebatas memperkenalkan pada bentuk, warna atau suara yang dihasilkannya, ini untuk merangsang kemampuan visual dan pendengaran anak.
Selanjutnya, untuk anak yang sudah diperkenankan menggunakan gadget, orang tua harus memainkan peran sebagai pengawas. Untuk mencegah kecanduan, anak-anak harus diberi batas waktu berapa lama harus menggunakan gadget setiap harinya.
Untuk gadget pada anak yang doyan bermain game, hindari menginstal aplikasi games yang mengandung unsur kekerasan. Apa yang dimainkan anak pada game tersebut diserap oleh anak dan cenderung akan dipraktekkan di dalam kehidupan nyatanya. Filterlah aplikasi-aplikasi yang akan diakses oleh anak. Dampingilah anak jika harus menjelajah internet, agar anak tidak sampai menelusuri situs bertema pornografi atau kekerasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar