Selasa, 08 Mei 2018

Nama   : Renny Sulistyowati
Kelas   : PBS 2B
NIM    : 175231051
Metodologi Studi Islam


OBSERVASI DI RESTO KIMCHI

            Pada hari rabu tepatnya pada tanggal 2 Mei 2018, saya dan kelompok saya melakukan observasi di Resto Kimchi. Kelompok saya beranggotakan tiga orang yaitu, Saya, Riski, dan Hafilda. Hari itu jadwal saya dan kedua teman saya sangat padat sekali. Pagi jam 10 ada mata kuliah Tasawuf, setelah itu ada acara kelas. Sempat kelompok saya bingung membagi waktu untuk acara-acara tersebut. Setelah kami bertiga berdiskusi, akhirnya kami memutuskan akan ke Resto Kimchi setelah mata kuliah Tasawuf.
Setelah mata kuliah Tasawuf, saya dan kedua teman saya bersiap-siap untuk ke Resto Kimchi. Kelompok saya mendapat bagian tugas untuk pergi ke Resto Kimchi yang beralamatkan di jalan Veteran No.190 Solo. Di kelas saya tidak semua kelompok ke Resto yang sama. Ada yang mendapat bagian di resto Niagara Sushi Solo Paragon, starbucks coffe di SGM, dan ada masi banyak lagi. Karena kelompok saya hanya terdapat tiga orang anggota, pastinya ada salah satu diantara kami mengendarai motor sendiri. Riski dan Hafilda berboncengan menggunakan motor Hafilda. Dan saya sendiri mengendarai motor kesayangan saya untuk sampai di Resto Kimchi.
            Sebelum berangkat, saya dan teman saya ke ATM sebentar untuk mengambil uang. Kebetulan kemarin ada tugas mata kuliah Dasar-Dasar Bank Syariah untuk membuka rekening. Saya dan teman saya membuka rekening dengan nominal Rp.100.000,00 di bank BRI Syariah. Pemikaran saya dan teman saya, nantinya uang dapat diambil Rp. 50.000,00 untuk tambahan tugas Metodologi Studi Islam ke Resto Kimchi. Karena kata Customer Service uang mengendap sebesar Rp.50.000,00. Jadi jika saya dan teman saya mengambil sebesar Rp. 50.000,00 pastinya bisa.
Saya masuk ke ATM tidak sendiri-sendiri melainkan langsung bersamaan dengan teman saya. Ternyata saat saya dan teman saya mencoba mengambil di ATM. Di layar ATM tertera saldo tidak mencukupi. Saya dan teman saya tidak dapat mengambil uang tersebut. Kemudian saya dan teman saya keluar dari ATM tersebut. Setelah itu saya dan teman saya menemui teman saya yang satunya dan langsung berangkan ke resto. 
            Pada saat itu saya lupa-lupa ingat dengan jalan menuju ke Resto Kimchi itu. Hanya saya diantara anggota kemlompok saya yang mengetahui jalan menuju ke Resto Kimchi. Karena kedua teman saya bukan asli orang daerah sini. Walaupun saya orang derah sini tetapi saya juga tidak terlalu tahu jalan-jalan sekitar solo raya. Di pertengahan jalan saya akhirnya berhenti.
Saya berhenti di pinggir jalan untuk bertanya kepada orang yang ada di pinggir jalan. Kemudian orang tersebut, memberi tahu saya jalan menuju ke Resto kimchi. Ternyata saya salah ketika di perempatan tadi saya malah lurus. Seharusnya pada saat di perempatan itu saya belok ke kiri. Setelah di beri tahu jalan menuju ke Resto Kimchi, saya berterima kasih kepada orang tersebut.
Setelah itu saya dan kedua teman saya balik arah. Ketika kelompok saya sampai di perempatan yang tadi, kelompok saya langsung belok ke kanan. Beberapa menit kemudian saya menemukan plakat yang bertuliskan KIMCHI Korean Restaurant di kanan jalan. Saya dan kedua teman saya berhenti, untuk menyebrang ke arah Resto tersebut. Setelah sampai di depan Resto Kimchi, kelompok saya memakirkan motornya di depan Resto.
            Ketika sampai di Resto Kimchi, di pintu masuk resto ada beberapa meja dan kursi. Mungkin meja dan kursi ini untuk berjaga-jaga jika di dalam resto penuh. Setelah itu saya membuka pintu masuk. Sayang sekali resto yang di design mahal ini menurut saya kalah dengan resto-resto yang lain. Mengapa? Karena saat saya masuk tidak ada penjaga pintu untuk membuka dan memberi salam kepada setiap pengunjung. Sesampai di sana saya duduk di salah satu meja tepatnya di tengah dalam reston.
Beberapa saat kemudian ada pelayan yang menghampiri meja kelompok saya. Pelayan tersebut memberi buku menu kepada kelompok saya lalu pelayan itu balik ke tempatnya. Setelah itu penulis melihat menu yang ada di buku tersebut. Banyak sekali pilihan menu yang ada di dalam buku tersebut. Menu yang tertera di dalam buku tersebut seperti kimchi ramyeon, rabokki, kimchi jjijae, korean curry rice, korean fried chicken, shin ramyeon, chon bokki, beef bulgogi dan masih banyak lainnya.
Saat itu saya memangil pelayan untuk memasan dan sekaligus bertanya-tanya dengan pelayan tersebut. Saya bertanya mengenai makanan yang ada di buku tersebut, antara lain Shin Ramyeon, Kimchi Jigae, Dolsot Bibimbap dan lainnya. Di menu yang bernama Shin Ramyeon ini adalah mie kuah yang dicampur denagn aneka bakso, sayuran, irisan daging sapi, jamur, telur, dan udang. Harga menu tersebut relatif murah hanya Rp35.000,00.

 Selanjutnya saya bertanya mengenai menu Kimchi Jigae. Kimchi Jigae merupakan soup korea yang di masak dengan sayuran dan kimchi daging sapi. Harga menu ini sama dengan harga menu Shin Ramyeon sebesar Rp. 35.000,00. Kemudian, ada lagi menu yang bernama Dolsot Bibimbap. Dolsot Bibimbap yaitu nasi bibimbap bakar yang cara penyajiannya di sajikan diatas mangkok batu. Menu tersebut harganya lebih murah dibanding menu Shin Ramyeon dan Kimchi Jigae sebesar Rp.30.000,00.
Di Resto Kimchi ini juga menyediakan dessert korea antara lain, Jce Gwangju, ice Myeong Dong dan Patbingsu. Dessert korea yang bernama Patbingsu merupakan es serut kacang merah manis. Makanan ringan tersebut sangat di gemari banyak orang terutama pada musim panas. Harga dessert ini relatif murah yaitu sebesar Rp.20.000,00. Ada banyak juga pilihan minuman di buku menu tersebut. Pilihan minuman antara lain Sprite Ice, Chocolate Milkshake, Cappucino Milkshake dan masih banyak lagi.
Setelah saya dan kedua teman saya selesai melihat semua menu yang ada di buku menu. Kemudian saya dan teman saya memesan makanan kepada pelayan yang tadi saya panggil. Saya memesan menu makanan yang bernama Korean Fried Chicken. Saya juga memesan minuman yaitu Cappuccino Milkshake. Sedangkan kedua teman saya yang bernama Riski dan Hafilda. Riski memesan menu makanan yang bernama Dolsot Saewoo Bap. Dia juga memesan minuman yaitu Chocolate Milkshaje. Sedangkan teman saya yang bernama Hafilda memesan makanan dan minuman sama seperti saya. Dia memesan menu makanan Korean Fried Chicken dan minuman Cappuccino Milkshake.
Setelah memesan makanan dan minuman, pelayan tersebut meninggalkan meja kami. Selama menunggu pesanan saya melihat orang-orang yang ada di dalam Resto ini. Saat saya dan kedua teman saya ke Resto ini kebetulan resto sangat ramai dikunjungi. Banyak orang yang ke resto ini dari anak remaja sampai orang dewasa.
Ada anak SMP setelah sekolah ke resto ini masih menggunakan seragam sekolah untuk makan siang bersama teman-temannya. Tidak hanya makan mereka juga membicarakan masalah sekolah, seperti pelajaran tadi, PR dan lain sebagainya. Ada juga seperti orang meeting di resto ini. Jadi mereka setelah meeting langsung makan siang. Ada juga seseorang yang bertemu dengan teman laman ya di resto tersebut, dan masih banyak lagi.
            Setelah beberapa menit kemudian seorang pelayan datang di meja kelompok saya. Pelayan tersebut membawa makanan yang telah di pesan oleh teman saya yang bernama Riski. Kemudian ada pelayan lagi yang membawa minuman ke meja kelompok saya. Makanan yang saya dan teman saya yang bernama Hafilda belum datang. Beberapa menit kemudian, ada pelayan lagi yang datang ke meja kelompok saya membawa makanan yang telah saya pesan.
            Setelah semua pesanan yang telah saya dan teman saya pesan ada di meja. saya memoto makanan yang telah saya dan kedua teman saya pesan. Saya memotoi makanan tersebut untuk lampiran ketika saya menulis laporan tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam. Tidak hanya makanan saja yang saya foto. Saya dan teman saya berselfi setelah makanan dan minum ada di meja. Barulah saya dan teman saya makan siang.
            Menu yang saya pesan tadi adalah Korean Fried Chicken. Makanan ini adalah daging ayam yang di goreng denagn tepung lalu ditaburi wijen. Makanan tersebut disajikan di tempat yang seperti piring tetapi lonjong yang berwarna hitam. Di menu ini juga ada nasinya. Nasi tersebut di sajikan di sebuah wadah yang terbuat dari alumunium seperti tabung tetapi kecil dan di tutup. Ada lagi tambahan makanan yang di sajikan di piring kecil.
 Ada tiga piring kecil yang isinya yaitu, seperti oseng-oseng tahu, kubis, dan markuni. Yang pertama, seperti oseng-oseng tahu ini rasanya pedas manis. Yang kedua kubis, kubis ini rasanya kecut seperti dicampur dengan cuka. Yang terakhir yaitu markuni, markuni ini seertinya di campur dengan mayones putih rasanya dingin saat di makann. Dan menurut saya markuni ini tidak ada rasanya seperti hambar.
  Saat itu saya dan kedua teman saya saling mencicipi pesanan yang telah kami pesan. Ketika saya mencicipi pesanan teman saya yang bernama Riski. Riski memesan menu Dolsot Saewoo Bap. Makanan ini berisi nasi, sayuran, udang, dan telur. Makanan tersebut menurut saya enak tetapi sayang ada bau amisnya.
Makanan yang saya pesan tidak habis saya makan. Pertama saat saya memakan rasanya enak. Tetapi saat saya terus-menurus makan, rasanya menjadi hambar dan enek membuat saya tidak habis. Dan begitu juga dengan teman saya yang bernama Hafilda. Dia juga memesan makanan sama dengan saya, juga tidak habis. Riski yang berbeda menu makanan dengan saya dan Hafilda pun juga tidak habis. Mengenai minuman yang saya dan teman saya pesan rasanya enak sama seperti di resto-resto lain.
Saat saya di resto tersebut, pelayan menggunakan seragam dengan lengan pendek. Menurut saya pelayan kurang kepada pengunjung atau pembeli. Tatapan pelayan juga tidak enak dilihat. Ada satu cerita saat saya dan kedua teman saya selesaimakan. Teman saya yang bernama Hafilda memanggil pelayan untuk meminta tambah minum satu lagi. Setelah pelayan ke meja kelompok saya. Lalu teman saya mengatakan kepada pelayan “Mbak tambah minuman satu lagi spriit”. Teman saya berkata seperti itu saya tahu teman saya salah dalam mengatakan sprite. Lalu si pelayan itu dengan muka agak nyebelin bilang kepada teman saya “sprite mbak” dengan nada yang agak tinggi.
Seharusnya pelayan itu tidak usah mengulang apa kata teman saya. Di masyarakat umum juga mengatakan sprite itu sprit seperti itu. Jujur saja saya agak malu apalagi teman saya yang mengatakan itu. Di resto juga baru banyak pengunjung atau pembeli yang mungkin melihat. Lain kali tolong pelayan jangan seperti itu lagi dengan pengunjung atau pembeli.
Satu lagi menurut saya yang berhubungan dengan mata kuliah saya mengenai metodologi studi islam. Mengenai makanan biasanya makanan luar sangat terkenal dengan adanya daging babi atau minyak babi atau apapun itu yang hukumnya haram. Saran saya jangan sampai resto kimchi ini ada bahan yang hukumnya haram. Dan jangan sampai terlalu terlena dengan apapun yang berakitan dengan negara luar. Tetap junjung tinggi makakan khas dalam negeri.
Terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Metodologi Studi Islam yang telah menugaskan saya dan kedua teman saya ke resto tersebut. Banyak sekali hal yang saya dapatkan dan ini pertama kalinya saya ke Resto Kimchi. Sekian cerita dari saya. Kurang lebihnya saya minta maaf. Semoga bermanfaat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar