Nama
: Renny Sulistyowati
Kelas
: PBS 2B
NIM
: 175231051
“HASIL
OBSERVASI PONDOK ROOIHATUL JANNAH”
Ø Pendahuluan
Minggu
pertama penulis mencari informasi pondok pesantren dari internet. Penulis membaca
nama pondok pesantren yang ada di daerah sukoharjo beserta detail alamatnya. Hampir
setengah jam penulis masih mencari dan membaca pondok pesantren yang ada di
daerah sukoharjo sambil mencatatnya di buku. Seketika penulis ingat dengan
temannya yang baru 3 bulan lalu menikah.
Teman penulis tersebut menikah dengan salah satu ustad yang mengajar di
sebuah pondok pesantren. Pondok pesantren tersebut bernama pondok pesantren Al
Fath. Setelah ingat itu, penulis segera menghubungi temannya melalui whatsApp
dan menanyakan alamat pondok pesantren Al Fath.
Beberapa menit kemudian teman penulis membalas whatsApp yang di kirim
penulis tadi. Setelah mengetahui alamat pondok pesantren tersebut, keesokan harinya
setelah adzan duhur penulis langsung bergegas menuju pondok pesantren Al Fath
yang beralamatkan di solo baru dengan menggunakan sepeda motor. Karena penulis
belum tahu persis dimana tempat tersebut. Akhirnya di pertengahan jalan penulis
berhenti di warung pinggir jalan raya lalu menanyakan dimana alamat pondok
pesantren Al Fath kepada salah satu orang yang ada di warung itu. Seseorang itu
memberi petunjuk kepada penulis, lalu penulis berterimakasih kepada seseorang
itu atas informasinya. Kemudian penulis bergegas ke arah yang telah di beri
tahu seseorang tadi. Setelah beberapa menit kemudian sampailah penulis di
pondok pesantren Al Fath. Penulis bertemu
dengan temannya, lalu bercerita tentang apa maksud penulis ingin menginap 24 jam
di pondok pesantren tersebut. Setelah temannya mendengar semua penjelasan penulis,
teman penulis menjawab “nanti saya sampaikan kepada suami saya dulu. Kalau udah
saya beri tahu”. Setelah cukup lama berbincang-bincang, akhirnya penulis pamit
kepada temannya untuk pulang karena sudah sore.
Dua hari kemudian ada whatsApp dari
teman penulis kemarin. Teman penulis menanyakan tentang surat dari kampus dan
bisakah penulis menemui kepala yayasan pada hari tersebut setelah duhur. Karena
penulis ada mata kuliah hari itu. Jadi, penulis tidak bisa jika menemui kepala
yayasan pada hari tersebut. lalu penulis menghubungi temannya dan membicarakan
mengenai hal itu. Teman penulis berkata “besok saja sekalian surat dari kampus”.
Keesokan harinya, penulis ke akademik
untuk meminta tanda tangan. Sekitar 15 menit penulis menunggu surat yang akan
di tanda tangani. Akhirnya surat tersebut sudah jadi atau sudah di tanda tangani,
lalu penulis mengambil surat tersebut di akademik. Setelah mendapatkan surat
tersebut, penulis bersiap menuju ke pondok pesantren Al Fath. Sesampai disana,
penulis bertemu dengan ustazahnya. Uztadzah mempersilahkan penulis masuk dan
duduk di ruang tamu. Kemudian penulis memberi surat dan menanyakan apakah bisa
penulis menginap di pondok ini selama 24 jam. Ustadzah mengatakan bahawa ternyata
dari yayasan belum bisa mengizinkan di karenakan yayasan pondok pesantren ini
baru saja dan fasilitasnya kurang memadahi atau belum sempurna. Mengetahui apa
yang telah di sampaikan ustadzah penulis agak sedikit kecewa karena sudah
jauh-jauh ke sini dan membawa surat te rnyata tidak di izinkan. Setelah itu
penulis pamit dan berterima kasih kepada ustadzah. Walapaun penulis sedikit kecewa
tetapi tidak mengurangi semangat penulis untuk mencari lagi pondok pesantren
yang lain.
Beberapa hari kemudian penulis telah
menemukan pondok di daerah sukoharjo yang bernama pondok pensatren Tahfidz
Putri Rooihatul Jannah. Penulis mendapatkan informasi pondok tersebut melalui
temannya. Pada hari rabu tepatnya setalah adzan asar penulis ke pondok
pesantren Tahfidz Putri Rooihatul Jannah. Perjalanan dari rumah penulis menuju
ke pondok pesantren tersebut menghabiskan waktu sekitar 45 menit lebih. Setelah
menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya penulis sampai ke pondok
pesantren tersebut. Di sana penulis bertemu dengan ustadzahnya. Kemudian ustadzahnya
memanggilkan kepala yayasan pondok tersebut.penulis bertemu dengan kepala
yayasan pondok, kemudian penulis menjelaskan maksud kedatangan penulis ke
pondok ini. Setelah mendengar penjelasan penulis akan kedatangannya, kepala
yayasan dengan senang hati menerima kehadiran penulis dan dengan tangan terbuka
kepala yayasan menyambut penulis untuk live in pondok selama 24 jam. Kemudian penulis
berterima kasih karena telah di izinkan untuk live in di pondok tersebut.
Pondok
pesantren Tahfidz Putri Rooihatul Jannah ini merupakan pondok pesantren yang
baru berdiri sekitar tahun 2015. Pondok ini mempunyai santri sebanyak 35 santri
dengan santri kelas 7 sebanyak 26 santri dan kelas 8 sebanyak 9 santri. Di pondok
ini belum ada santri yang kelas 9 karena pomdok ini masih baru. Dan terdapat 6
ustadzah. Penulis live in pondok pesantren pada hari sabtu.
Ø Kegiatan-kegiatan
di Pondok Tahfidz Putri Rooihatul Jannah
Para
santri pada pagi hari biasanya bangun jam 3 pagi untuk melaksanakan sholat
tahajud. Setelah sholat tahajud para santri mandi dan ada juga yang mencuci
pakaiannya. Setelah selesai mandi dan sholat tahajud, untuk menunggu waktu
sholat subuh ada santri yang membaca Al Quran, hafalan, ada jaga yang tidur
lagi. Para santri harus datang ke masjid 5 menit sebelum adzan. Waktu 5 menit
ini digunakan untuk persiapan. Jika ada santri yang terlambat, maka akan di
beri hukuman dari taklim. Hukuman tersebut berupa menuliskan astaghfirullah
sebanyak yang telah di tentukan oleh taklim, ada juga yang di suruh menuliskan
potongan ayat Al Quran di selembar kertas. Setelah sholat subuh para santri
makan bersama di dapur. Di pondok ini yang setiap harinya kecuali hari jumat,
yang memasak adalah ibu dapur. Sedangkan hari jumat biasanya yang memasak
santri sendri. Dengan jadwal dan regu yang telah di sepakati oleh
santri-santri. Setelah makan pagi, biasanya santri bersiap-siap untuk sekolah,
menpersiapkan apa yang di perlukan untuk sekolah. Jam pembelajaran atau KBM berlangsung
sampai jam 12 siang. Pelajaran di pondok ini amtara lain, IPA, bahasa
indonesia, bahasa arab, IMLAQ, Aqidah, SKI (sejarah kebudayaan islam). Setiap semesternya
akan di adakan ujian tahfidz. Setelah selesai KBM, para santri bersiap-siap ke
masjid untuk sholat duhur. Setiap santri hanya di perbolehkan jajan sebesar Rp2.000,-
tidak boleh lebih. Setelah selesai sholat, para santri tidak ada kegiatan
(free) sampai asar. Di selang waktu ini biasanya para santri ada yang
memanfaatkannya untuk membaca dan menghafalkan Al Quran, bermain, tidur, dan
lain sebagainya.
Setiap hari jumat di isi dengan
kegiatan pandu, tapak suci, dan senam. Kegiatan pandu ini seperti pramuka, di
bagi menjadi dua biasanya berpetualang keluar desa. Sedangkan tapak suci adalah
pencak silat yang kegunaannya untuk menjaga diri. Senam biasanya di pandu oleh
ustad di halaman pondok.
Setelah sholat asar, santri mandi dan
mencuci pakaian. Setelah itu bersiap-siap menunggu adzan magrib. Setelah sholat
magrib, biasanya melakukan halaqah (membaca Al Quran bersama), wirid, dan
dzikir. Setelah sholat magrib, semua santri makan bersama sambil menunggu adzan
isyak. Sehabis makan, para santri bersiap untuk sholat isyak. Setelah sholat
isyak, kegiatan free sampai jam 9 malam. Karena jam 9 malam waktunya tidur.
Di pondok ini setiap kegiatan di beri
tanda dengan bel. Semisal kumpul pasti akan terdengar suara bel itu berati
kumpul. Setiap hari jumat, santri di perbolehkan pulang yang rumahnya dekat
sampai am 4 sore. Sedangkan yang rumahnya jauh hanya dapat pulang setiap 2 idul
fitri dan puasa. Di sini semua santri setiap hari senin dan kamis puasa dan
tidak boleh menggunakan bahasa jawa harus bahsa arab. Jika belum lancar di perbolehkan
menggunakan bahasa arab. Jika ada santri yang tidak sengaja berbicara bahasa
jawa akan di catat oleh teman yang telah di tunjuk untuk mencatat kesalahan
tersebut dan akan mendapat hukuman.
Ø Refleksi
Selama
24 jam penulis di pondok pesantren, penulis banyak mendapatkan pelajaran. Seperti
kesederhanaan, biasanya jika kita di rumah bisa makan apa yang kita inginkan
sepuasnya. Sedangkan di pondok berbeda, kita makan udah ada aturannya dan
berbagi dengan santri lain. Selain itu kemandirian, maksudnya di pondok apa-apa
itu sendiri seperti nyuci, nyetrika, dan lain sebagainya. Di sisi agama, di pondok pesantren ini para
santri jika keluar dari batas yang telah di tentukan harus memakai pakaian
langsungan tidak boleh memakai rok dan harus memakai kaos kaki. Karena semua
itu adalah aurot.
Pada saat penulis di sana, ada
penggalangan dana yaitu “save ghouta syria”. Pengalangan dana ini ke dua
kalinya yang di selenggarakan oleh pondok. Santri yang berjumlah 35 santri di
bagi menjadi dua yaitu daerah Solo Baru dan alun-alun sukoharjo. Penulis mendapat
daerah di Solo Baru. Di perempatan Solo baru, tepatnya di lampu lalu lintas di
situlah pengalangan dana dilakukan. Pengalangan dana dilakukan dari jam
setengah delapan sampai jam sebelas.
Ø Penutup
Alhamdulillah
penulis ucapkan, karena telah menyelesaikan tugas mata kuliah metodologi studi
islam. Berkat usaha dan semngat yang tinggi penulis dapat menulis artikel
tentang pondok seperti di atas. Bila ada salah kata penulis dalam menyampaikannya,
penulis mohon maaf. Karena yang sempurna itu ialah hanya Allah SWT. Semoga bermanfaat.
Lampiran :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar