Rabu, 14 Februari 2018

MSI RENNY



Nama   : Renny Sulistyowati
Kelas   : PBS 2B
NIM    : 175231051


Judul Buku
Metodologi Studi Islam

Penulis
Prof. Dr. H. Abudfin Mata, M.A

Penerbit
Rajawali Pers

Kota Terbit
Jakarta

Tebal Buku
479 Halaman




RESUM BUKU
“METODOLOGI STUDI ISLAM”


Metodologi berasal dari dua kata yaitu methodos dan logos. Methodos mempunyai arti cara yang berkaitan dengan upaya menyelesaikan sesuatu. Sedangkan logos sendiri mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jika digabung menjadi kata metodologi. Metodologi adalah cara-cara yang berlaku dalam penelitian. Selanjutnya, studi islam disini maksudnya ilmu atau kajian yang membahas tentang keagamaan. Jadi, metodologi studi islam adalah ilmu yang membahas seputar keislaman dan metode-metode dalam islam tersebut.
Nabi Muhammad Saw membawa agama islam yang di yakini dapat membuat kehidupan manusia menjadi sejahtera lahir dan batin. Agama tersebut terdapat petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka yang mempelajari dan memahami petunjuk-petunjuk tersebut kehidupannya menjadi berkah di dunia dan akhirat. Dan bagi manusia yang tidak mempelajari dan memahami, maka kehidupan di dunia dan akhirat akan sengsara. Dalam islam terdapat sumber ajaran utama yaitu Al Quran dan Al Sunnah.
Al Quran turun di bumi secara berangsur-angsur melalui malaikat jibril. Al Quran adalah kitab suci islam. Bagi manusia yang membacanya berarti ibadah dan mendapat pahala.
 Dalam bidang ibadah, cara manusia menyembah Allah dengan cara melakukan ibadah. Seperti sholat, puasa, sedekah, haji, dan lain sebagainya. Allah memerintah para umat-Nya untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, dan mengamalkan apa yang telah di izinkan-Nya.
 Dalam bidang ilmu dan kebudayaan, islam menerima dengan terbuka ilmu dan budaya dari luar. Namun, islam tidak menelan mentah-mentah ilmu dan budaya tersebut. Islam akan menyaring terlebih dahulu apakah ilmu dan budaya dari luar itu bermanfaat dan tidak melanggar apa yang ada di dalam aturan-aturan islam.
Dalam bidang pendidikan, hak setiap orang laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Guna untuk masa depan dan mendapat pekerjaan yang lebih sesuai minatnya.
 Dalam bidang sosial, Allah mengajarkan manusia dalam perintah-Nya di Al Quran untuk saling tolong menolong dengan sesama saudaranya (orang lain).
 Dalam bidang kehidupan ekonomi, umat islam harus menyeimbangkan antara urusan duniawi dan akhirat. Karena dalam kehidupan ekonomi jika akhirat lebih penting daripada duniawi. Maka, kehidupan ekonominya akan terganggu, kurangnya materi dan lain sebagainya. Dan jika lebih mementingkan duniawinya. Maka kelak di kehidupan yang kekal (akhirat) kita akan mendapat balasan atas apa yang telah kita lakukan. Karena telah meninggalkan perintah-Nya hanya demi urusan duniawi.
 Dalam bidang kesehatan, Al Quran telah menjelaskan mengenai makanan dan minuman yang di perbolehkan. Allah melarang umat-Nya untuk tidak memakan atau meminum apa yang telah di larang dalam Al Quran. Karena apa yang telah di larang-Nya itu baik demi kesehatan umat-Nya. Kita juga di perintah Allah untuk menjaga kebersihan. Karena kebersihan sebagian dari iman.
 Dalam bidang politik, islam megajarkan kepemimpinan yang perpegang teguh yang didasarkan pada aturan-aturan islam. Jika kepemimpinan itu tidak berpegang teguh pada tuntunan Allah. Maka, kita berhak untuk mengkritik atau memberi saran agar kembali ke tutunan Allah dengan cara persuatif. Dan jika cara tersebut tidak ada hasilnya dan tetap seperti itu di jalan yang salah. Maka kita berhak untuk tidak mematuhinya.
Dalam bidang pekerjaan, islam tidak menutut pekerjaan yang terlalu berlebihan. Akan tetapi pada kualitas kerjanya atau manfaat bagi orang lain. Karena kita bekerja juga termasuk ibadah. Dalam sisi, si pekerja membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Dan di sisi lain, si atasan atau majikan juga membutuhkan tenaganya untuk usahanya.

 Di dalam Al Quran sudah di jelaskan mengenai berbagai masalah, tetapi hadist datang untuk memberikan keterangan lebih detailnya. Guna untuk memperkuat keterangan yang telah ada di dalam Al Quran. Maka mempelajari dan memahami Al Quran perlu diikutsertakan hadist di dalamnya.

Lampiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar