Nama :
Renny Sulistyowati
Kelas :
PBS 2B
NIM :
175231051
Judul Buku
Metodologi Studi Islam
Penulis
Prof. Dr. H. Abudfin Mata, M.A
Penerbit
Rajawali Pers
Kota Terbit
Jakarta
Tebal Buku
479 Halaman
RESUM
BUKU
“METODOLOGI
STUDI ISLAM”
Metodologi berasal dari
dua kata yaitu methodos dan logos. Methodos mempunyai arti cara yang berkaitan
dengan upaya menyelesaikan sesuatu. Sedangkan logos sendiri mempunyai arti ilmu
pengetahuan. Jika digabung menjadi kata metodologi. Metodologi adalah cara-cara
yang berlaku dalam penelitian. Selanjutnya, studi islam disini maksudnya ilmu
atau kajian yang membahas tentang keagamaan. Jadi, metodologi studi islam
adalah ilmu yang membahas seputar keislaman dan metode-metode dalam islam
tersebut.
Nabi Muhammad Saw
membawa agama islam yang di yakini dapat membuat kehidupan manusia menjadi
sejahtera lahir dan batin. Agama tersebut terdapat petunjuk-petunjuk bagi
manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka yang mempelajari dan memahami
petunjuk-petunjuk tersebut kehidupannya menjadi berkah di dunia dan akhirat.
Dan bagi manusia yang tidak mempelajari dan memahami, maka kehidupan di dunia
dan akhirat akan sengsara. Dalam islam terdapat sumber ajaran utama yaitu Al
Quran dan Al Sunnah.
Al Quran turun di bumi
secara berangsur-angsur melalui malaikat jibril. Al Quran adalah kitab suci
islam. Bagi manusia yang membacanya berarti ibadah dan mendapat pahala.
Dalam bidang ibadah, cara manusia menyembah
Allah dengan cara melakukan ibadah. Seperti sholat, puasa, sedekah, haji, dan
lain sebagainya. Allah memerintah para umat-Nya untuk menjalankan perintah-Nya,
menjauhi semua larangan-Nya, dan mengamalkan apa yang telah di izinkan-Nya.
Dalam bidang ilmu dan kebudayaan, islam
menerima dengan terbuka ilmu dan budaya dari luar. Namun, islam tidak menelan
mentah-mentah ilmu dan budaya tersebut. Islam akan menyaring terlebih dahulu
apakah ilmu dan budaya dari luar itu bermanfaat dan tidak melanggar apa yang
ada di dalam aturan-aturan islam.
Dalam bidang
pendidikan, hak setiap orang laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan
pendidikan. Guna untuk masa depan dan mendapat pekerjaan yang lebih sesuai
minatnya.
Dalam bidang sosial, Allah mengajarkan manusia
dalam perintah-Nya di Al Quran untuk saling tolong menolong dengan sesama
saudaranya (orang lain).
Dalam bidang kehidupan ekonomi, umat islam
harus menyeimbangkan antara urusan duniawi dan akhirat. Karena dalam kehidupan
ekonomi jika akhirat lebih penting daripada duniawi. Maka, kehidupan ekonominya
akan terganggu, kurangnya materi dan lain sebagainya. Dan jika lebih
mementingkan duniawinya. Maka kelak di kehidupan yang kekal (akhirat) kita akan
mendapat balasan atas apa yang telah kita lakukan. Karena telah meninggalkan
perintah-Nya hanya demi urusan duniawi.
Dalam bidang kesehatan, Al Quran telah
menjelaskan mengenai makanan dan minuman yang di perbolehkan. Allah melarang
umat-Nya untuk tidak memakan atau meminum apa yang telah di larang dalam Al
Quran. Karena apa yang telah di larang-Nya itu baik demi kesehatan umat-Nya.
Kita juga di perintah Allah untuk menjaga kebersihan. Karena kebersihan
sebagian dari iman.
Dalam bidang politik, islam megajarkan
kepemimpinan yang perpegang teguh yang didasarkan pada aturan-aturan islam.
Jika kepemimpinan itu tidak berpegang teguh pada tuntunan Allah. Maka, kita
berhak untuk mengkritik atau memberi saran agar kembali ke tutunan Allah dengan
cara persuatif. Dan jika cara tersebut tidak ada hasilnya dan tetap seperti itu
di jalan yang salah. Maka kita berhak untuk tidak mematuhinya.
Dalam bidang pekerjaan,
islam tidak menutut pekerjaan yang terlalu berlebihan. Akan tetapi pada
kualitas kerjanya atau manfaat bagi orang lain. Karena kita bekerja juga
termasuk ibadah. Dalam sisi, si pekerja membutuhkan uang untuk kelangsungan
hidupnya. Dan di sisi lain, si atasan atau majikan juga membutuhkan tenaganya
untuk usahanya.
Di dalam Al Quran sudah di jelaskan mengenai
berbagai masalah, tetapi hadist datang untuk memberikan keterangan lebih
detailnya. Guna untuk memperkuat keterangan yang telah ada di dalam Al Quran.
Maka mempelajari dan memahami Al Quran perlu diikutsertakan hadist di dalamnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar