Senin, 26 Februari 2018

Tafsir dan Kitab



Nama   : Renny Sulistyowati
NIM    : 175231051
Kelas   : PBS 2 B


NARASI RISET TAFSIR DAN KITAB
Al Muwaththa’ Imam Malik



PENDAHULUAN

Hari rabu tepatnya pada tanggal 21 Februari 2018, penulis ke perpustakaan utama yang berada di kampusnya yaitu IAIN  Surakarta.  Disana penulis mencari tafsir dan kitab aslinya untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam.  Setelah selesai kuliah pada mata kuliah Metodologi Studi Islam, penulis keluar dari kelas dan menuju ke perpustakaan utama bersama beberapa temannya dengan berjalan kaki. Setiba disana penulis meminjam kunci loker dan menyerahkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) sebagai penjamin kepada petugas perpustakaan. Setelah mendapatkan kunci, penulis berjalan ke loker nomor 25 yang tertera di kunci tersebut. Setelah menemukan loker yang bernomor 25, penulis membuka loker dan memasukkan tas ke dalam loker lalu menutup dan mengunci loker tersebut. Kemudian penulis berjalan menuju rak buku yang berada di sampinmg loker. Sebelum penulis mencari tafsir dan kitabnya, penulis melihat kode buku yang berada di samping rak. Setelah mengetahui kode rak buku yang dicari, penulis berjalan menuju rak tersebut lalu mencari tafsir. Selanjutnya. penulis ke lantai dua dan membawa tafsir yang telah ditemukan penulis tadi untuk mecari kitab aslinya. Di lantai dua terdapat banyak rak yang berisi kitab asli, penulis mencari kitab asli yang berkode sama dengan tafsir yang telah di temukan tadi. Setelah beberapa jam lamanya mencari, penulis akhirnya keluar dari perpustakaan karena ada mata kuliah tambahan pada sore itu. Penulis keluar dari perpustakaan dan menuju ke kelas dengan tangan kosong.
Keesokan harinya, pada tanggal 22 Februari 2018 pagi hari setelah kuliah penulis langsung ke perpustakaan seperti kemarin. Setelah sampai disana, penulis mencari tafsir dan kitab aslinya di lantai dua. Setelah beberapa jam mencari, alhamdulillah penulis kali ini keluar tidak dengan tangan kosong seperti kemarin. Penulis turun dari lantai dua dengan membawa tafsir dan kitab asli Al Muwaththa’ Imam Malik lalu meminjamnya di meja peminjaman. Setelah meminjam, penulis mengambil tas di loker dan berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Kemudian penulis mengendarai motornya dan pulang ke rumah.



PEMBAHASAN

Ø  Gambaran Umum Tafsir dan Kitab Asli Al Muwaththa’ Imam Malik
Buku Tafsir dan Kitab Asli Al Muwaththa’ Imam Malik memiliki bentuk dan tebal yang sama yaitu berbentuk persegi panjang dengan ukuran 25x16 cm dan tebal 5 cm. Dengan jumalah halaman, buku tafsir 868 halaman dan kitab 800 halaman. Tetapi warna cover tafsir dan kitab berbeda, warna cover tafsir di tengah buku berwarna hijau dan di pinggir buku berwarna cream, sedangkan cover kitabnya berwarna merah. Di dalam buku tafsir dan kitab ini terdapat 18 bab yang di bahas. Kitab ini diterbitkan lebih dulu dari pada tafsir, kitab diterbitkan pada tahun 1994 sedangkan tafsirnya di terbitkan pada tahun 2006.

Ø  Sistematika Penulisan Al Muwaththa’ Imam Malik
Di dalam buku tafsir terdapat daftar isi sedangkan di kitab tidak terdapat daftar isi. Cara pembahasannya buku tafsir dan kitab sama ialah dengan cara membahas satu per satu bab yang ada di dalamnya. Ada  satu ayat lalu artinya dan seterusnya. Di buku tafsir dan kitab membahas mengenai waktu sholat, thaharah, sholat, jenazah, puasa, i’tikaf, zakat, haji, kurban, aqiqah, sembelihan, binatang buruan, minuman, jihad, nadzar dan sumpah, nikah, talak, dan penyusuan. Contohnya :


Maksud dari ayat di atas adalah seseorang yang munafik sangat sulit untuk menjalankan sholat isyak dan shubuh. Karena orang munafik melakukan sholat, mereka bertujuan untuk berbuat riya dan bukan karena Allah. Dan salah satu alasan lainnya yaitu terletak pada waktunya sholat. Dimana waktu sholat isyak adalah waktu bagi kebanyakan orang untuk beristirahat, sedangkan waktu sholat shubuh adalah waktu bagi seseorang sangat sulit untuk bangun dari tidurnya untuk menjalankan sholat.    

Ø  Biografi Penulis Al Muwaththa’ Imam Malik
Pengarang buku tafsir dan kitab ini bernama Imam Malik bin Anas. Beliau lahir di kota madinah. Beliau lahir pada 93 H. Imam Malik memiliki tubuh yang tinggi besar, berjenggot, rambut putih dan memaki sorban putih. Keluarganya adalah ulama ahli hadist yaitu ayah dan kakeknya. Maka hal ini yang membuat beliau menpelajari hadist lebih dalam lagi. Beliau menimba ilmu dengan cara berguru, salah satu guru beliau ialah Nafi’. Beliau menekuni mengenai hadist dan fiqih. Al Muwaththa’ Imam Malik merupakan hasil karya beliau. Bukan hanya Al Muwaththa hasil karya beliau tetapi masih banyak. Beliau wafat pada malam hari tepat pada tanggal 14 safar 179 H saat usia beliau 85 tahun. Beliau di makamkan di baqi’ Madinah.
PENUTUP

            Dengan kerja keras dan semangat yang sangat membara, alhamdulillah penulis ucapkan karena telah membahas salah satu bab yang ada di buku tafsir dan kitab. Jadi, buku tafsir dan kitab ini sangat berguna bagi semua orang yang membaca dan mengamalkannya. Karena terdapat banyak pembahasan mengenai segala aspek keagamaan. Semoga apa yang telah di sampaikan penulis dapat bermanfaat bagi orang yang membacanya. Apabila ada kurang atau lebihnya, penulis mohon maaf karena sesungguhnya yang sempurna itu hanyalah Allah Swt.


Lampiran :



Rabu, 14 Februari 2018

MSI RENNY



Nama   : Renny Sulistyowati
Kelas   : PBS 2B
NIM    : 175231051


Judul Buku
Metodologi Studi Islam

Penulis
Prof. Dr. H. Abudfin Mata, M.A

Penerbit
Rajawali Pers

Kota Terbit
Jakarta

Tebal Buku
479 Halaman




RESUM BUKU
“METODOLOGI STUDI ISLAM”


Metodologi berasal dari dua kata yaitu methodos dan logos. Methodos mempunyai arti cara yang berkaitan dengan upaya menyelesaikan sesuatu. Sedangkan logos sendiri mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jika digabung menjadi kata metodologi. Metodologi adalah cara-cara yang berlaku dalam penelitian. Selanjutnya, studi islam disini maksudnya ilmu atau kajian yang membahas tentang keagamaan. Jadi, metodologi studi islam adalah ilmu yang membahas seputar keislaman dan metode-metode dalam islam tersebut.
Nabi Muhammad Saw membawa agama islam yang di yakini dapat membuat kehidupan manusia menjadi sejahtera lahir dan batin. Agama tersebut terdapat petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka yang mempelajari dan memahami petunjuk-petunjuk tersebut kehidupannya menjadi berkah di dunia dan akhirat. Dan bagi manusia yang tidak mempelajari dan memahami, maka kehidupan di dunia dan akhirat akan sengsara. Dalam islam terdapat sumber ajaran utama yaitu Al Quran dan Al Sunnah.
Al Quran turun di bumi secara berangsur-angsur melalui malaikat jibril. Al Quran adalah kitab suci islam. Bagi manusia yang membacanya berarti ibadah dan mendapat pahala.
 Dalam bidang ibadah, cara manusia menyembah Allah dengan cara melakukan ibadah. Seperti sholat, puasa, sedekah, haji, dan lain sebagainya. Allah memerintah para umat-Nya untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, dan mengamalkan apa yang telah di izinkan-Nya.
 Dalam bidang ilmu dan kebudayaan, islam menerima dengan terbuka ilmu dan budaya dari luar. Namun, islam tidak menelan mentah-mentah ilmu dan budaya tersebut. Islam akan menyaring terlebih dahulu apakah ilmu dan budaya dari luar itu bermanfaat dan tidak melanggar apa yang ada di dalam aturan-aturan islam.
Dalam bidang pendidikan, hak setiap orang laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Guna untuk masa depan dan mendapat pekerjaan yang lebih sesuai minatnya.
 Dalam bidang sosial, Allah mengajarkan manusia dalam perintah-Nya di Al Quran untuk saling tolong menolong dengan sesama saudaranya (orang lain).
 Dalam bidang kehidupan ekonomi, umat islam harus menyeimbangkan antara urusan duniawi dan akhirat. Karena dalam kehidupan ekonomi jika akhirat lebih penting daripada duniawi. Maka, kehidupan ekonominya akan terganggu, kurangnya materi dan lain sebagainya. Dan jika lebih mementingkan duniawinya. Maka kelak di kehidupan yang kekal (akhirat) kita akan mendapat balasan atas apa yang telah kita lakukan. Karena telah meninggalkan perintah-Nya hanya demi urusan duniawi.
 Dalam bidang kesehatan, Al Quran telah menjelaskan mengenai makanan dan minuman yang di perbolehkan. Allah melarang umat-Nya untuk tidak memakan atau meminum apa yang telah di larang dalam Al Quran. Karena apa yang telah di larang-Nya itu baik demi kesehatan umat-Nya. Kita juga di perintah Allah untuk menjaga kebersihan. Karena kebersihan sebagian dari iman.
 Dalam bidang politik, islam megajarkan kepemimpinan yang perpegang teguh yang didasarkan pada aturan-aturan islam. Jika kepemimpinan itu tidak berpegang teguh pada tuntunan Allah. Maka, kita berhak untuk mengkritik atau memberi saran agar kembali ke tutunan Allah dengan cara persuatif. Dan jika cara tersebut tidak ada hasilnya dan tetap seperti itu di jalan yang salah. Maka kita berhak untuk tidak mematuhinya.
Dalam bidang pekerjaan, islam tidak menutut pekerjaan yang terlalu berlebihan. Akan tetapi pada kualitas kerjanya atau manfaat bagi orang lain. Karena kita bekerja juga termasuk ibadah. Dalam sisi, si pekerja membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Dan di sisi lain, si atasan atau majikan juga membutuhkan tenaganya untuk usahanya.

 Di dalam Al Quran sudah di jelaskan mengenai berbagai masalah, tetapi hadist datang untuk memberikan keterangan lebih detailnya. Guna untuk memperkuat keterangan yang telah ada di dalam Al Quran. Maka mempelajari dan memahami Al Quran perlu diikutsertakan hadist di dalamnya.

Lampiran

Senin, 05 Februari 2018

Nama   : Renny Sulistyowati
Kelas   : PBS 2B
NIM    : 175231051

RESUM BUKU
“METODOLOGI STUDI ISLAM”



            Metodologi berasal dari dua kata yaitu methodos dan logos. Methodos mempunyai arti cara yang berkaitan dengan upaya menyelesaikan sesuatu. Sedangkan logos sendiri mempunyai arti wawasan, cakrawala dan ilmu pengetahuan. Jika digabung menjadi kata metodologi. Metodologi adalah cara-cara yang berlaku dalam penelitian. Selanjutnya, studi islam disini maksudnya ilmu atau kajian yang membahas tentang keagamaan. Jadi, metodologi studi islam adalah ilmu yang membahas seputar keislaman dan metode-metode dalam islam tersebut.
Nabi Muhammad Saw membawa agama islam yang di yakini dapat membuat kehidupan manusia menjadi sejahtera lahir dan batin. Agama tersebut terdapat petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka yang mempelajari dan memahami petunjuk-petunjuk tersebut kehidupannya menjadi berkah di dunia dan akhirat. Dan bagi manusia yang tidak mempelajari dan memahami, maka kehidupan di dunia dan akhirat akan sengsara. Dalam islam terdapat sumber ajaran utama yaitu Al Quran dan Al Sunnah. Yang mana di dalamnya terdapat petunjuk serta larangan mengenai berbagai masalah di kehidupan dunia.
Al Quran turun di bumi secara berangsur-angsur melalui malaikat jibril. Al Quran adalah kitab suci islam dan pedoman bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi manusia yang membacanya berarti ibadah dan mendapat pahala. Di dalam Al Quran telah di jelaskan mengenai ibadah, bidang akidah, bidang ilmu dan kebudayaan, pendidikan sosial, ekonomi, kesehatan, politik, pekerjaan dan islam sebagai diisiplin ilmu.
 Dalam bidang ibadah, cara manusia menyembah Allah dengan cara melakukan ibadah. Seperti sholat, puasa, sedekah, haji, dan lain sebagainya. Dimana ibadah itu jika di kerjakan akan mendapat pahala. Allah memerintah para umat-Nya untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, dan mengamalkan apa yang telah di izinkan-Nya.
 Dalam bidang akidah, berarti menyepakati antara dua perkara atau lebih yang harus di patuhi bersama. Akidah berkaitan dengan akad, yang mana terdapat dua orang yang menyepakati sesuatu yang telah di sepakati bersama. Seperti akad nikah, akad jual beli, akad kredit dan lain-lain.
 Dalam bidang ilmu dan kebudayaan, islam menerima dengan terbuka ilmu dan budaya dari luar. Namun, islam tidak menelan mentah-mentah ilmu dan budaya tersebut. Islam akan menyaring terlebih dahulu apakah ilmu dan budaya dari luar itu bermanfaat dan tidak melanggar apa yang ada di dalam aturan-aturan islam.
Dalam bidang pendidikan, hak setiap orang laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Guna untuk masa depan dan mendapat pekerjaan yang lebih bagus.
 Dalam bidang sosial, Allah mengajarkan manusia dalam perintah-Nya di Al Quran untuk saling tolong menolong dengan sesama saudaranya (orang lain).
 Dalam bidang kehidupan ekonomi, umat islam harus menyeimbangkan antara urusan duniawi dan akhirat. Kedua ini tidak boleh salah satunya lebih penting dari yang satunya. Karena dalam kehidupan ekonomi jika akhirat lebih penting daripada duniawi. Maka, kehidupan ekonominya akan terganggu, kurangnya materi dan lain sebagainya. Dan jika lebih mementingkan duniawinya maka kelak di kehidupan yang kekal (akhirat) akan merugi. Maksudnya, kita akan mendapat balasan atas apa yang telah kita lakukan. Karena telah meninggalkan perintah-Nya hanya demi urusan duniawi.
 Dalam bidang kesehatan, dalam Al Quran telah di jelaskan mengeani makanan dan minuman yang telah di larang oleh Allah. Allah melarang umat-Nya untuk tidak memakan atau meminum apa yang telah di larang dalam Al Quran. Karena semua larangan itu baik untuk kesehatan umat-nya. Kita juga di perintah Allah untuk menjaga kebersihan. Karena kebersihan sebagian dari iman.
 Dalam bidang politik, islam megajarkan kepemimpinan yang perpegang teguh yang didasarkan pada aturan-aturan islam. Jika kepemimpinan itu tidak berpegang teguh pada tuntunan Allah. Maka, kita berhak untuk mengkritik atau memberi saran agar kembali ke tutunan Allah dengan cara persuatif. Dan jika cara tersebut tidak ada hasilnya dan tetap seperti itu di jalan yang salah. Maka kita berhak untuk tidak mematuhinya.
Dalam bidang pekerjaan, islam tidak menutut pekerjaan yang terlalu berlebihan. Akan tetapi pada kualitas kerjanya atau manfaat bagi orang lain. Karena kita bekerja juga termasuk ibadah, sama-sama membatu. Dalam sisi pekerja membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Dan di sisi lain atasan atau majikan juga membutuhkan tenaganya untuk usahanya.
Dari penjalasan diatas bahwa Allah telah menjelaskan segalanya dalam Al Quran. Guna untuk memberitahu dan membimbing manusia dalam melakukan aktivitasnya agar di kehidupan dunia dan akhiratnya sejahtera. Sumber ajaran islam yang kedua, setelah Al Quran adalah Al Sunnah. Al Sunnah intinya sejalan dengan Al Quran. Di dalam Al Quran sudah di jelaskan mengenai berbagai masalah, tetapi hadist datang untuk memberikan keterang lebih detailnya. Guna untuk memperkuat keterang yang telah ada di salam Al Quran. Hadist berfungsi memerinci petunjuk dan isyarat yang ada di dalam Al Quran.yang bersifat global, sebagai pengecuali Al Quran yang bersifat umum dan menjadi pembatasannya. Maka mempelajari dan memahami Al Quran perlu diikutsertakan hadist di dalamnya.